Kamis, 30 Januari 2014

PRINSIP-PRINSIP EKONOMI DALAM PETERNAKAN



II.1  Prinsip - Prinsip Ekonomi Produksi Peternakan
Keberhasilan pengembangan ternak harus memperhatikan tiga aspek penting. Ketiga aspek tersebut adalah aspek teknis, ekonomi dan sosial. Dalam aspek ekonomi selalu berhubungan dengan proses produksi. Sehingga diperlukan kaidah-kaidah pemahaman mengenai prinsip ilmu ekonomi produksi peternakan.
Prinsip utama dalam ilmu ekonomi produksi yaitu suatu usaha untuk memaksimumkan keuntungan (profit maximization) dan meminimumkan biaya (cost minimization). Kedua prinsip ini merupakan pilar utama yang menentukan suatu performans dari usaha peternakan yang sedang dijalankan. Misalnya orang yang melakukan budidaya ayam broiler. Jika peternak tidak mampu menerapkan kedua prinsip tersebut maka walaupun produksi yang dihasilkan tinggi dan kualitas produksinya bagus, peternak tidak akan mampu untuk mengembangkan usaha budidayanya.
Proses produksi merupakan proses yang cukup komplek. Dalam proses produksi dikenal tiga kondisi, yaitu:
·         Increasing productivity yaitu suatu kondisi dimana jika tambahan input akan mengakibatkan tambahan output yang semakin menaik.
·         Constant productivity yaitu suatu kondisi dimana jika tambahan input akan mengakibatkan tambahan output yang tetap.
·         Decreasing productivity yaitu suatu kondisi dimana jika tambahan input akan mengakibatkan tambahan ouput yang menurun.
II.2  Fungsi Produksi
fungsi produksi adalah fungsi yang menentukan output dari perusahaan untuk semua kombinasi masukan.
Everett dan Ebert (1992:5) memberikan definisi atau pengertian fungsi produksi dengan mengatakan bahwa “fungsi produksi merupakan suatu kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang, mengubah sesuatu yang nilainya lebih rendah menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi dengan menggunakan sumber daya yang ada, seperti bahan baku, tenaga kerja, mesin dan sumber-sumber lainnya, sehingga produk yang dihasilkan dapat memberikan kepuasan pada konsumen.”

Empat fungsi terpenting dalam fungsi produksi dan operasi adalah:
·         Proses pengolahan, merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengolahan masukan (inputs),
·         Jasa-jasa penunjang, merupakan sarana yang berupa pengorganisasian yang perlu untuk penetapan teknik dan metode yang akan dijalankan, sehingga proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
·         Perencanaan, merupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi dan operasi yang akan dilakukan dalam suatu dasar waktu atau periode tertentu.
Pengendalian atau perawatan, merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya kegiatan sesuai dengan yang direncanakan, sehingga maksud dan tujuan untuk penggunaan dan pengolahan masukan (inputs) pada kenyataannya dapat dilaksanakan.

II.3  Hukum Kenaikan Hasil Yang Semakin Berkurang
            Dalam proses produksi dikenal hukum  kenaikan hasil produksi berkurang ( law of diminishing returns ) disingkat dengan LDR.
LDR berbunyi sebagai berikut :
            Bila suatu faktor produksi ditambah terus dalam suatu proses produksi, cateris paribus, maka mula-mula terjadi kenaikan hasil, kemudian kenaikan hasil itu menurun, lalu kenaikan hasil nol dan akhirnya kenaikan hasil negatif.”
Dalam LDR terdapat istilah-istilah sebagai berikut :
·         TP ( total product ) atau produksi total yaitu jumlah produksi pada level pemberian input tertentu. Input adalah faktor produksi atau bagian unsur faktor produksi, misalnya faktor pupuk adalah bagian dari faktor produksi modal, luas lahan bagian dari faktor produksi alam.
·         AP ( average product ) hasil rata-rata atau produksi rata-rata yaitu jumlah hasil dibagi jumlah input yang dipakai.
·         MP ( marginal product ) atau produk marginal yaitu kenaikan hasil yang disebabkan oleh kenaikan atau pertambahan satu unit input.


II.4   Kombinasi Kenaikan hasil produksi
Secara umum dapat dikatakan apabila penggunaan faktor produksi variabel relatif masih sedikit dipergunakan dibandingkan dengan penggunaan faktor produksi tetapnya, akan terjadi kenaikan hasil bertambah (increasing return to scale), dan sebaliknya bila penggunaan faktor produksi variabel relatif lebih besar dibandingkan dengan faktor produksi tetapnya, akan terjadi kenaikan hasil berkurang (decreasing return to scale).
Kombinasi berbagai fase produksi ini biasanya terjadi untuk berbagai jenis proses produksi, baik pabrik, pertanian maupun peternakan. Karena terjadi secara umum, maka terbentuk apa yang dinamakan dengan Hukum Kenaikan Hasil Yang Makin Berkurang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar