II.1
Prinsip - Prinsip Ekonomi Produksi Peternakan
Keberhasilan pengembangan ternak harus memperhatikan tiga
aspek penting. Ketiga aspek tersebut adalah aspek teknis, ekonomi dan sosial.
Dalam aspek ekonomi selalu berhubungan dengan proses produksi. Sehingga
diperlukan kaidah-kaidah pemahaman mengenai prinsip ilmu ekonomi produksi
peternakan.
Prinsip utama dalam ilmu ekonomi produksi yaitu suatu usaha
untuk memaksimumkan keuntungan (profit maximization) dan meminimumkan
biaya (cost minimization). Kedua prinsip ini merupakan pilar utama yang
menentukan suatu performans dari usaha peternakan yang sedang dijalankan.
Misalnya orang yang melakukan budidaya ayam broiler. Jika peternak tidak mampu
menerapkan kedua prinsip tersebut maka walaupun produksi yang dihasilkan tinggi
dan kualitas produksinya bagus, peternak tidak akan mampu untuk mengembangkan
usaha budidayanya.
Proses produksi merupakan proses yang cukup komplek. Dalam
proses produksi dikenal tiga kondisi, yaitu:
·
Increasing
productivity yaitu suatu kondisi dimana jika tambahan input akan
mengakibatkan tambahan output yang semakin menaik.
·
Constant
productivity yaitu suatu kondisi dimana jika tambahan input akan
mengakibatkan tambahan output yang tetap.
·
Decreasing
productivity yaitu suatu kondisi dimana jika tambahan input akan
mengakibatkan tambahan ouput yang menurun.
II.2 Fungsi Produksi
Everett dan Ebert (1992:5) memberikan definisi atau
pengertian fungsi produksi dengan mengatakan bahwa “fungsi produksi merupakan suatu kegiatan untuk menciptakan atau
menambah kegunaan suatu barang, mengubah sesuatu yang nilainya lebih rendah
menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi dengan menggunakan sumber daya
yang ada, seperti bahan baku, tenaga kerja, mesin dan sumber-sumber lainnya,
sehingga produk yang dihasilkan dapat memberikan kepuasan pada konsumen.”
Empat fungsi
terpenting dalam fungsi produksi dan operasi adalah:
·
Proses pengolahan, merupakan metode atau teknik yang
digunakan untuk pengolahan masukan (inputs),
·
Jasa-jasa penunjang, merupakan sarana yang berupa
pengorganisasian yang perlu untuk penetapan teknik dan metode yang akan
dijalankan, sehingga proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan
efisien.
·
Perencanaan, merupakan penetapan keterkaitan dan
pengorganisasian dari kegiatan produksi dan operasi yang akan dilakukan dalam
suatu dasar waktu atau periode tertentu.
Pengendalian atau perawatan, merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya
kegiatan sesuai dengan yang direncanakan, sehingga maksud dan tujuan untuk
penggunaan dan pengolahan masukan (inputs) pada kenyataannya dapat dilaksanakan.
II.3 Hukum Kenaikan Hasil Yang Semakin Berkurang
Dalam proses produksi dikenal hukum kenaikan hasil produksi berkurang ( law of
diminishing returns ) disingkat dengan LDR.
LDR berbunyi sebagai
berikut :
“Bila suatu faktor produksi ditambah terus
dalam suatu proses produksi, cateris paribus, maka mula-mula terjadi kenaikan
hasil, kemudian kenaikan hasil itu menurun, lalu kenaikan hasil nol dan
akhirnya kenaikan hasil negatif.”
Dalam LDR terdapat
istilah-istilah sebagai berikut :
·
TP ( total product ) atau produksi total
yaitu jumlah produksi pada level pemberian input tertentu. Input adalah faktor
produksi atau bagian unsur faktor produksi, misalnya faktor pupuk adalah bagian
dari faktor produksi modal, luas lahan bagian dari faktor produksi alam.
·
AP ( average product ) hasil rata-rata
atau produksi rata-rata yaitu jumlah hasil dibagi jumlah input yang dipakai.
·
MP ( marginal product ) atau produk
marginal yaitu kenaikan hasil yang disebabkan oleh kenaikan atau pertambahan
satu unit input.
II.4 Kombinasi Kenaikan hasil produksi
Secara
umum dapat dikatakan apabila penggunaan faktor produksi variabel relatif masih
sedikit dipergunakan dibandingkan dengan penggunaan faktor produksi tetapnya,
akan terjadi kenaikan hasil bertambah (increasing
return to scale), dan sebaliknya bila penggunaan faktor produksi variabel
relatif lebih besar dibandingkan dengan faktor produksi tetapnya, akan terjadi
kenaikan hasil berkurang (decreasing
return to scale).
Kombinasi berbagai fase produksi ini biasanya
terjadi untuk berbagai jenis proses produksi, baik pabrik, pertanian maupun
peternakan. Karena terjadi secara umum, maka terbentuk apa yang dinamakan
dengan Hukum Kenaikan Hasil Yang Makin
Berkurang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar