BLASTOMIKOSIS
Blastomikosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh cendawan
dimorfik
Blastomyces dermatitidis. Cendawan B. dermatitidis
banyak ditemukan di tanah yang mengandung sisa-sisa bahan organik dan kotoran
hewan.
Ketika konidia (salah satu bagian tubuh) dari B.
dermatitidis terhirup oleh manusia maka akan terjadi perubahan bentuk dari miselium menjadi khamir dan sistem imun manusia tidak sempat menghasilkan respon
imun
terhadap perubahan tersebut. Agen penyakit akan menyebar melalui sistem limfa dan aliran darah. Gejala penyakit ini sangat
bervariasi karena banyak sistem organ yang berperan dalam penyebarannya.
Namun, beberapa gejala yang paling sering diperiksakan adalah gejala yang
berkaitan dengan manifestasi pulmonari, lesi pada kulit yang tidak sembuh, lesi tulang yang seringkali tanpa rasa sakit, dan gejala yang berkaitan dengan
sistem genitouorinari (urogenital). Uji
keberadaan infeksi dalam tubuh dapat dilakukan dengan biopsi jaringan tubuh untuk mengkultur dan
melihat histopatologinya, mengambil sampel dari sekresi (pembuangan) sisa kotoran tubuh dan
jaringan.
KRIPTOKOKOSIS
Kriptokokosis adalah infeksi yang diterima oleh
pernapasan pada tanah yang terkontaminasi oleh fungi Cryptococcus
neoformans. Kriptokokosis adalah infeksi
oportunistik yang terjadi untuk AIDS. Penyakit ini didistribusikan ke
seluruh dunia. Jumlah kriptokokosis meningkat selama 20 tahun terakhir untuk
banyak alasan, termasuk meningkatnya insiden AIDS.
PANAU
Panau atau Pitriyasis versikolor
merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Penyakit panau ditandai oleh
bercak yang terdapat pada kulit disertai rasa gatal pada saat berkeringat.
Bercak-bercak ini bisa berwarna putih, coklat atau merah tergantung kepada
warna kulit penderita. Jamur yang menyebabkan panau adalah Malassezia
furfur.
Panau paling banyak dijumpai pada remaja usia belasan. Meskipun begitu panau
juga bisa ditemukan pada penderita berumur yang lebih tua atau lebih muda.
Penyakit ini biasanya menyerang kulit di daerah yang menghasilkan banyak keringat.
Biasanya panau terdapat pada bagian atas dada, lengan, leher, perut, kaki, ketiak, lipatan paha, muka dan kepala. Panau terutama ditemukan di daerah
yang lembab dan dilindungi pakaian.
Jamur
merupakan salah satu mikroorganisme penyebab penyakit pada manusia. Penyakit
yang disebabkan jamur pada manusia disebut mikosis, yaitu mikosis superficial
dan mikosis sistemik. Mikosis superfisial merupakan mikosis yang menyerang
kulit, kuku, dan rambut terutama disebabkan oleh 3 genera jamur, yaitu
Trichophyton, Microsporum, dan Epidermophyton. Sedangkan mikosis sistemik
merupakan mikosis yang menyerang alat-alat dalam, seperti jaringan sub-cutan,
paru-paru, ginjal, jantung, mukosa mulut, usus, dan vagina.
Beberapa jenis mikosis superfisial
antara lain sebagai berikut.
Tinea capitis :
Tinea capitis :
Merupakan infeksi jamur yang
menyerang stratum corneum kulit kepala dan rambut kepala, yang disebabkan oleh
jamur Mycrosporum dan Trichophyton. Gejalnya adalah rambut yang terkena tampak
kusam, mudah patah dan tinggal rambut yang pendek-pendek pada daerah yang
botak. Pada infeksi yang berat dapat menyebabkan edematous dan bernanah.
Tinea favosa :
Merupakan infeksi pada kulit kepala,
kulit badan yang tidak berambut dan kuku. Penyebabnya adalah Trichophyton
schoenleinii. Gejalnya berupa bintik-bintik putih pada kulit kepala kemudian
membesar membentuk kerak yang berwarna kuning kotor. Kerak ini sangat lengket
daln bila diangkat akan meninggalkan luka basah atau bernanah.
Tinea barbae :
Merupakan infeksi jamur yang
menyerang daerah yang berjanggut dan kulit leher, rambut dan folikel rambut.
Penyebabnya adalah Trichophyton mentagrophytes, Trichophyton violaceum,
Microsporum cranis.
Dermatophytosis (Tinea pedis, Athele
foot):
Merupakan infeksi jamur superfisial
yang kronis mengenai kulit terutama kulit di sela-sela jari kaki. Dalam kondisi
berat dapat bernanah. Penyebabnya adalah Trichophyton sp.
Tinea cruris :
Merupakan infeksi mikosis
superfisial yang mengenai paha bagian atas sebelah dalam. Pada kasus yang berat
dapat pula mengenai kulit sekitarnya. Penyebabnya adalah Epidermophyton
floccosum atau Trichophyton sp.
Tinea versicolor (panu) :
Merupakan mikosis superfisial dengan
gejala berupa bercak putih kekuning-kuningan disertai rasa gatal, biasanya pada
kulit dada, bahu punggung, axilla, leher dan perut bagian atas. Penyebabnya
adalah Malassezia furtur.
Tinea circinata (Tinea corporis) :
Merupakan mikosis superfisial berbentuk bulat-bulat (cincin)
dimana terjadinya jaringan granulamatous, pengelupasan lesi kulit disertai rasa
gatal. Gejalanya bermula berupa papula kemerahan yang melebar.
Otomycosis (Mryngomycosis) :
Merupakan mikosis superfisial yang
menyerang lubang telinga dan kulit di sekitarnya yang menimbulkan rasa gatal
dan sakit. Bila ada infeksi sekunder akan menjadi bernanah. Penyebabnya adalah
Epidermophyton floccosum dan Trichophyton sp.
Beberapa jenis mikosis sistemik
antara lain sebagai berikut.
Nocardiosis
Merupakan mikosisi yang menyerang jaringan subkutan, yakni terjadi pembengkakan jaringan yang terkena dan terjadinya lubang-lubang yang mengeluarkan nanah dan jamurnya berupa granula. Penyebabnya adalah Nocardia asteroides.
Merupakan mikosisi yang menyerang jaringan subkutan, yakni terjadi pembengkakan jaringan yang terkena dan terjadinya lubang-lubang yang mengeluarkan nanah dan jamurnya berupa granula. Penyebabnya adalah Nocardia asteroides.
Candidiasis
Merupakan mikosis yang menyerang kulit, kuku atau organ tubuh seperti hantung dan paru-paru, selaput lendir dan juga vagina. Infeksi ini terjadi karena faktor predisposisi, misalnya diabetes, AIDS, daerah kulit yang lembab dan obesitas. Penyebabnya adalah Candida albicans.
Merupakan mikosis yang menyerang kulit, kuku atau organ tubuh seperti hantung dan paru-paru, selaput lendir dan juga vagina. Infeksi ini terjadi karena faktor predisposisi, misalnya diabetes, AIDS, daerah kulit yang lembab dan obesitas. Penyebabnya adalah Candida albicans.
Actinomycosis
Merupakan mikosis yang ditandai dengan adanya jaringan granulomatous, bernanah disertai dengan terjadinya abses dan fistula. Penyebabnya adalah Actinomyces bovis.
Merupakan mikosis yang ditandai dengan adanya jaringan granulomatous, bernanah disertai dengan terjadinya abses dan fistula. Penyebabnya adalah Actinomyces bovis.
Maduromycosis (Madura foot)
Merupakan
mikosis pada kaki yang ditandai dengan terjadinya massa granulomatous yang
biasanya meluas ke jaringan lunak dan tulang kaki. Gejalanya dimulai dengan
adanya lesi pada tapak kaki bagian belakang, timbul massa granulomatous dan
abses yang kemudian terjadi sinus-sinus yang mengeluarkan nanah dan granula.
Penyebabnya adalah Allescheris boydii, Cephalosporium falciforme, Madurella
mycetomi, dan Madurella grisea
Coccidioidomycosis
Merupakan mikosis yang mengenai paru-paru yang disebabkan oleh Coccidioides immitis. Gejalnya mirip dengan pneumonia yang lain, berupa batuk dengan atau tanpa sputum yang biasanya disertai dengan pleuritis,
Merupakan mikosis yang mengenai paru-paru yang disebabkan oleh Coccidioides immitis. Gejalnya mirip dengan pneumonia yang lain, berupa batuk dengan atau tanpa sputum yang biasanya disertai dengan pleuritis,
Sporotrichosis
Merupakan mikosis yang bersifat granulomatous menimbulkan terjadinya benjolan gumma, ulcus dan abses yang biasanya mengenai juga kulit dan kelenjar lympha superfisial. Penyebabnya adalah Sporotrichum schenckii. Gejala awalnya berupa benjolan (nodul) di bawah kulit kemudian membesar, merah, meradang, mengalami nekrosis kemudian terbentuk ulcus. Nodul yang sama terjadi sepanjang jaringan lympha.
Merupakan mikosis yang bersifat granulomatous menimbulkan terjadinya benjolan gumma, ulcus dan abses yang biasanya mengenai juga kulit dan kelenjar lympha superfisial. Penyebabnya adalah Sporotrichum schenckii. Gejala awalnya berupa benjolan (nodul) di bawah kulit kemudian membesar, merah, meradang, mengalami nekrosis kemudian terbentuk ulcus. Nodul yang sama terjadi sepanjang jaringan lympha.
Blastomycosis
Merupakan mikosis yang menyerang kulit, paru-paru, viscera, tulang dan sistem saraf. Penyebabnya adalah Blastomyces dermatitidis dan Blastomyces brasieliensis. Blastomycosis kulit gejalanya brupa papula atau pustula yang berkembang menjadi ulcus kronis dengan jaringan granulasi pada alasnya. Kulit yang sering terkena adalah wajah, leher, lengan dan kaki. Bila menyerang organ dalam, gejalanya mirip tuberculosis.
Merupakan mikosis yang menyerang kulit, paru-paru, viscera, tulang dan sistem saraf. Penyebabnya adalah Blastomyces dermatitidis dan Blastomyces brasieliensis. Blastomycosis kulit gejalanya brupa papula atau pustula yang berkembang menjadi ulcus kronis dengan jaringan granulasi pada alasnya. Kulit yang sering terkena adalah wajah, leher, lengan dan kaki. Bila menyerang organ dalam, gejalanya mirip tuberculosis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar